RIBATH NURUL HIDAYAH

FIKRAH

MENU ARTIKEL - silahkan pilih Menu dibawah ini

Kamis, 05 November 2009

Syarat Mujtahid

Pengertian Mujtahid

Mujtahid ialah orang yang bersungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu. Ulama yang mempunyai kesanggupn mengeluarkan hukum-hukum Islam dari sumbernya disebut “mujtahid”, karena untuk dapat mengeluarkan hukum-hukum Islam tersebut dari sumbernya itu ia harus mempergunakan kesungguhnnya. Perbuatan mujtahid mengeluarkan hukum Islam dari sumbernya itu disebut “Ijtihad”

Syarat mujtahid

Orang baru dapat mencapai derajat mujtahid apabila memenuhi beberapa syarat, yaitu :
a. Mengetahui bahasa dan sastra Arab sedalam-dalamnya, karena Al-qur’an dan hadits sebagai sumber hukum Islam menggunakan bahasa Arab yang fasih, yang mutunya tinggi dan pengertianya luas dan dalam.
b. Mahir dalam hukum-hukum Al-Qur’an yakni diketahui lebih dulu mana diantara ayat-ayat Al-Qur’an itu yang umum, yang khusus, yang mujmal, yang mubayyan, yang muthlaq, yng muqayyad, yang zahir, yang nash, yang nasikh, yang mansukh, yang muhkam, yang mutasyabih dan lain-lain sebagainya.
c. Mengerti isi dan maksud Al-Qur’an seluruhnya.
d. Mengetahui “asbabunnuzul” yaitu sebab-sebab ayat diturunkan.
e. Mengetahui hadits-hadits Nabi saw sekurang-kurngnya yang termaktub dalam kitab-kitab hadits yang enam, yaitu : 1. Shahih Bukhari, 2. shahih Muslim, 3. shahih Tirmizi, 4. sunan Nasa’i, 5. Sunan Abu Dawud, 6. Sunan Ibnu Majah.
f. Sanggup menyisihkan mana hadits-hadits yang kuat yang shahih, yng mudlu’ dan mana yang lemah.
g. Mengerti dn mengetahui fatwa-fatwa imam-imam mujtahid yang terdahulu dlm masalah-masalah yang dihadapi.
Selain itu syarat yang harus dipenuhi ialah bertaqwa kepada Allah Swt, shahih, berakhlaq mulia, tidak sombong dan tidak takabbur serta tidak mengerjakan maksiat.

Mujtahid Muthlaq dan Mujtahid Muqayyad.

Mujtahid yang dimaksud dalam uraian di atas adalah Mujtahid Muthlaq. Mujtahid Muthlaq ialah orang yang sanggup mengeluarkan hukum-hukum dari dalil-dalil syari’ah tanpa terikat dengan mazhab seseorng Imam. Contoh Mujtahid Muthlaq ialh imam yang emapt, yaitu : Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hambali. Selain Mujtahid Muthlaq ada juga mujtahid lain yang tingkatannya di bawah Mujtahid Muthlaq, yaitu Mujthid Muqayyad. Mujtahid Muqayyad terdiri dari dua tingkatan, yaitu :
a. Mujtahid Muthlaq
b. Mujtahid Muqayyad

Mujtahid Mazhab ialah orng yang bertaqlid kepada seorang Imam Mujtahid Muthlaq dan betul-betul mengetahui serta memahami dasar-dasar mazhab Imam tersebut. Apabila ditanya mengenai sesuatu masalah, dia selidiki lebih dahulu pendapat Imamnya, apabila ia tidak jumpai, maka ia menggali hukum berdasarkan pendapat Imamnya itu. Contoh Mujtahid Mazhab ialah Imam Ibnul Qasim dn Imam Asyhab dalam mazhab Maliki, Imam Abu Yusuf dan Imam muhmmad bin Al Hasan Dalam Mazhab Al Buwaithi dalam mazhab Syafi’i, serta Imam Shalih dan Imam Abdullah Ibnl Imam Ahmad dalam mazhab Hambali.

Syarat Mujtahid Mazhab ialah memiliki kemampuan untuk mengeluarkan hukum berdasarkan pendapat Imam Mazhabnya.

Mujtahid Fatwa di bawah tingkatan Mujtahid Mazhab. Mujtahid fatwa adalah orang yang memahami secara mendalam Mazhab Imamnya dan mampu mentarjihkan (menguatkan) salah satu dari pendapat-pendapat Imamnya, sedangkan Imamnya itu belum mengadakan tarjih terhadap pendapat-pendapatnya itu, juga mampu mentarjihkan salah satu diantara pendapat-pendapat para pengikut Imam tersebut. Contoh Mujtahid Fatwa adalah Imam Abu Abdullah bin Ali yang terkenal dengan panggilan Al-Mazini, Imam Abu Hasan Al-Lakhmi dan Imam Muhammad bin Rusyd dalam Mazhab Maliki. Imam Abu Ja’far At-Thahawi dan Imam Al-Syarkasi dalam mazhab Hanafi, Imam Nawawi dan Imam Rafi’i dalam Mazhab Syafi’i Al Qadli Abu Ya’la Al-Kabir Muhammad bin Al-Husain dan Imam Abul Waf’ Ali bin ‘Aqil Al-Hambali dalam Mazhab Hambali.

Diambil Dari Situs Nahdlatul Wathan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar