RIBATH NURUL HIDAYAH

FIKRAH

MENU ARTIKEL - silahkan pilih Menu dibawah ini

Kamis, 05 November 2009

Kumpulan HUMOR Islami

Aliran Thariqat Artis

Dalam alam kehidupan modern, fasilitas hidup manusia semakin mudah dengan makin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia secara fisik sudah maju. Apapun aspek kehidupan sudah dikemas secara sangat materialistis, khususnya bagi mereka kelas the have (berduit) dan orang kota. Kondisi ini ternyata memunculkan kekeringan jiwa dan spiritual.

Maka tak heran, sebagai kalangan yang dikenal banyak duit, banyak artis yang memulai mengikuti semacam kegiatan ruhaniyah baik yang berkelompok maupun hanya beberapa orang, hanya untuk sesama artisnya. Selayaknya selebritis, para ustadz mereka pun menjadi selebritis. tak heran nama-nama barupun bermunculan, baik yang dipanggil Ustadz, maupun Aa' (Panggilan kakak untuk orang Sunda), baik yang mengutamakan pendapat agama maupun yang mengutamakan pendapatan. Berbagai aktivitas keagamaan yang digelar dari mengaji sampai kegiatan tasawuf yang amaliyahnya seperti thariqat.

Beberapa santri mempertanyakan kemungkinan aliran thariqat apa yang dianut para selebritis. Karena penasaran mereka tanya ke kiai.
"Pak Kiai, kira-kira aliran thariqat apa yang digunakan para artis itu?" tanya Sulton kepada gurunya
"Apakah aliran Naqsyabandiyah, Qaddiriyah, Syadziliyah atau Tijaniyah?" tegas Sulton serius mengulangi saat melihat kiai terdiam
"Aliran Aktoriyah", jawab kiai singkat
Santri-santri pada terdiam. rasanya mereka tidak pernah mendengar aliran thariqat yang satu ini.
"Mereka kan para aktor dan aktris", lanjut Kiai santai saat membaca kebingungan di wajah mereka.
"Ooooh",sahut para santri serempak setelah mereka tahu guyonan kiainya
(alf)

Hadiah

Uni Soviet, sebelum pecah, dikenal sebagai "Tirai besi", negara yang sangat tertutup. Pengontrolan terhadap individu luar biasa ketat. Semua orang harus tunduk dan patuh saja terhadap apapun yang ditentukan negara. Jangankan berontak, menyanyikan lagu Barat saja orang akan diinterogasi berhari-hari oleh polisi rahasia.
Alkisah, dalam sebuah perjalanan bertemulah dua orang yang belum saling kenal dalam satu kereta. yang seorang berasal dari Polandia, dan seorang lagi dari Moskow. Keduanya akhirnya saling berkenalan dan terlibat obrolan yang cukup serius.
Si orang Polandia bertanya kepada si Bung dari Moskow itu, "Hadiah apakah yang akan anda peroleh kalau anda memamerkan lambang serikat buruh di Moskow?"
"Tidak tahu, apa kira-kira hadiah yang akan kudapat," jawab kawan yang dari Moskow itu.
Sang penanya kemudian menjawab sendiri teka-tekinya itu:"Anda akan memperoleh dua buah gelang dan satu rantai."
"Gelang emas atau perak?" tanya kawan asal Moskow ini penasaran.
"Borgol!" jawab si orang Polandia kalem.

Jin dan Tiga Manusia

Pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Perancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.
Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. "Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi," kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Perancis.
"Saya ini petugas lembaga sosial di Paris," katanya. "Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jadi tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya." Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya.
"Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?"
"Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington."
"Oke," kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya.
"Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu."
" Duh, Pak Jin, sepi banget disini," keluh si orang Indonesia. "Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini."
Zutt, orang Perancis dan pria Amerika itu muncul lagi

Perebutan Imam Sembahyang

Sudah menjadi kebiasaan kelompok Islam modernis-Wahabi yang menyebarkan ajarannya dengan cara mencaci maki, menteror, merampas asset-aset orang lain, karena itu banyak madrasah, surau atau masjid yang dibangun kaum Sunni bermazhab diambil alih oleh kelompok itu.
Suatu hari pada tahun 1934 saat gencar-gencarnya kaum Wahabi menyerbu Sumatera Selatan, mereka mulai masuk ke berbagai surau dan masjid, mencari celah untuk menguasai. Suatu ketika sembahyang dilaksanakan, sementara imamnya seorang yang alim, sehingga sangat hati-hati dalam memimpin sembahyang itu. Untuk menata hati dan pikiran bukan perkara mudah. Tetapi ia bukan orang yang was-was, karena itu dia takbiratul ihram sampai tiga kali.
Melihat kenyataan itu seorang pemimpin Wahabi yang kebetulan menjadi makmum melihatnya sebagai kekeliruan, maka ditariknaya kiai tersebut dengan kasar agar mundur ke shaf belakang, karena dianggap telah melakukan bid'ah, melakukan takbiratul ihram sampai tiga kali. Langsung dengan lancang menempatkan diri sebagai imam. Saat itu pula ia mengucapkan takbiratul ihram: Allahu Akbar, lalu segera menoleh ke belakang, sambil berkata; beginilah cara solat yang benar, takbiratul ihram sekali langsung jadi.
Para makmum heran, menjadi imam kok berbicara berarti shalat imam batal, dengan demikian juga tidak bisa dijadikan imam lagi. Kini ganti ia diturunkan ramai-ramai, karena melanggar tata-tertib shalat. Lantas sembahyang dilanjutkan dengan imam semula dengan penuh khusuk, tidak sekadar seperti orang baris-berbaris, tapi hatinya liar. Itulah perbedaan antara sembahyang orang awam dengan orang yang ikhlas dan khusuk. Para makmum memilih imam yang khusuk yang mampu membimbing rohani mereka taqarrub kepada Allah. (MDZ)

RAKUS
(hati-hati bicara, senjata makan tuan)

Suatu ketika Ahmad dan Ali menghadiri sebuah hajatan, mereka duduk bersebelahan. Setelah do’a selesai, tuan rumah mengeluarkan suguhan di piring- piring. Kebetulan di dekat mereka dihidangkan kacang tanah. Mereka berdua sama- sama memakannya. Setelah selesai makan, Ali menaruh kulit kacangnya di tempat kulit kacang Ahmad dan berkata “Wah, kamu kok rakus Mad, makan kacang sampai banyak gitu. Lihat aku nih, ga ada.”

Beberapa detik seusai Ali diam, Ahmad dengan santai sambil tersenyum ngomong “Lha, daripada kamu. Lebih parah, masa sampai kulitnya ikut di makan juga”

Shalat di bulan

Seorang kiai ditanya oleh jamaaahnya.
" Pak Kiai, dengan majunya tekhnologi, orang khan sekarang sudah bisa menjejakkan kaki di bulan, lalu kalau mereka sholat, mereka menghadap kemana ? ".

Pak Kiai setelah tercenung sejenak karena bingung dan baru mendengar persoalan ini. ia menyadari ini masalah bahsul masail, jadi harus hati-hati menjawab tapi ia tak segera menemukan jawaban. setelah berpikir keras ia lantas mendapat akal, lantas Kiai menjawab
" Entar kalo sampeyan kesana, ajak saya deh, biar tak tunjukin arahnya " . . .(Fatur)

Suzuki

Siapapun yang berwisata ke Kuta pasti menyempatkan mampir ke monumen Bom Bali di Jalan Legian Kuta. Monuman yang letaknya di depan Hotel Sari ,di antara Sari Club dan Paddy's Pub, sebagai peringatan atas tragedi bom yang menewaskan ratusan warga Asing.
Begitu juga dengan keluarga Cak Asmuni, Saat ke bali dalam rangka berziarah ke makam wali pitu (penyebar islam di Bali), mereka juga sempat mampir ke monumen bom Bali tersebut.
Dengan roman muka kesedihan, Cak Asmuni dan rombongan mulai memasuki altar zero ground (pusat ledakan) itu. sambil membaca-baca jumlah korban yang terpampang di tembok dibawah monumen itu, mulai dari korban terbanyak dari Australia, Jerman, Amerika, perancis dan lainnya. saat melihat nama 2 korban dari Jepang yaitu Isoku Suzuki dan Yasuka Suzuki,
"Kini saya tahu, kenapa Jepang kurang begitu gencar mengadakan seminar-seminar tentang pluralisme agama & perdamaian setelah bom bali" kata cak Asmuni dengan polosnya
"Memang kenapa cak?" tanya salah seorang Panitia rombongan
"karena saat Bom Bali, korban dari Jepang hanya 2 sepeda motor sedang negara lain puluhan nyawa, Lihat saja ini", jawab cak Asmuni mantap sambil menujuk nama korban.
"Oalah Cak, cek kebacute sampean (kamu keterlaluan), ini nama orang bukan nama sepeda motor", jelas ketua panitia rombongan dengan geli. (alf)

TUKANG BECAK TAPI WALI

Suatu ketika KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi (pengasuh pondok pesantren AlFitroh Kedinding, Surabaya) naik sebuah becak. Saat di atas becak beliau melihat pak tukang becak yang mengayuh kendaraan roda tiga itu dengan agak payah, dalam hati beliau merasa kasihan. Setelah sampai di tujuan, beliau bertanya, “Berapa Pak?”, “Dua ribu” jawab tukang becak.

Beliau lalu memberikan uang lebih dan meminta bapak tukang becak untuk menerimanya. “Saya sudah ikhlaskan Pak”. Tetapi apa kata Bapak tadi?

“Terima kasih Pak. Maaf, lha wong yang dua ribu ini saja belum sempat saya syukuri (trima kasih kepada Allah dan membelanjakannya untuk yang baik), kok mau menerima yang lain. “

Lalu beliau menceritakan peristiwa itu dalam pengajian rutinnya dan berkata “tukang becak tapi wali.”

Masyaallah, andai saja semua orang, lebih- lebih kita sebagai aparat pemerintah bisa seperti itu, tentu saja kita tidak akan melakukan “korupsi” dan sejenisnya. Jangankan menerima uang haram, menerima uang yang halal, yang jelas sudah diikhlaskan saja pikir- pikir karena khawatir belum tentu bisa bersyukur dan membelanjakannya dengan baik di jalan yang tidak dimurkai Allah.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita. Diambil dari pengajian KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi. Kurang lebihnya semoga Allah mengampuni.

Cerita Lucu - Bebas Parkir

Cerita lucu ini berasal dari sahabat humor lucu yang tinggal tidak jauh dari tempat tinggal dukun cilik Ponari Jombang yang datang ke Surabaya beberapa hari yang lalu. Kedatangan sahabat humor lucu tersebut selain untuk bersilaturahim, juga untuk deposit pulsa. Kebetulan sahabatku itu berjualan pulsa. Dalam perjalanan ke tempat deposit pulsa, sahabatku tersebut bercerita tentang kejadian lucu plus konyol yang dialaminya di Jombang. Begini ceritanya :
Sahabatku tersebut pergi ke sebuah minimarket untuk membeli perlengkapan rumah tangga dengan menaiki sepeda motor. Pada saat tiba di halaman supermarket tersebut, terlihat olehnya tulisan besar “BEBAS PARKIR”. “Wah enak nih” pikirnya.
Selesai membeli berbagai keperluan yang dibutuhkan dan membayarnya, dia kemudian pulang. Di halaman parkir minimarket itu, dia langsung menaiki motornya dan menyalakannya. Pada saat dia akan menjalankan sepeda motornya, tiba-tiba si tukang parkir berteriak, “mas, uang parkirnya mana?”. Merasa heran sahabatku tersebut balik bertanya, “Lho pak, khan di sini bebas parkir, berarti tidak perlu bayar dong?”. Si tukang parkir balik menjawab, “Lho memang betul mas di sini bebas parkir, sampeyan bisa parkir di sana, di sini, di depan sana, di sebelah kanan, kiri, terserah bebas kok. Cuma kalau pulang tetap harus bayar”. “Pelanggaran!!!!, ja*** ja***” umpatan khan Surabaya nya keluar. “Ya sudah Pak, berapa?”. “Biasa, seribu”. “Nih!!!!” kata sahabatku kesal, kemudian pergi.

Rokok Sufi

Seorang sufi sudah lama menderita sakit. Namun anehnya dia tetap aktif merekok. Padahal dia tidak bisa bekerja. Istrinya yang selalu merawatnya lama-lama jengkel juga dan sering marah-marah.

Tapi suatu hari, saat istrinya marah dan membanting piring hingga pecah, sang sufi malah berdoa kepada Tuhannya, sambil tetap mengepulkan asap rokok.

"Ya Allah, biarlah engkau bikin aku sakit, asal aku masih bisa menikmati rokok. Kalu perlu matikanlah aku dalam keadaan merokok..!

Istrinya semakin marah, "kenapa harus merokok?" katanya penasaran.

"Karena pada saat merokok aku bisa melupakan istriku yang sedang marah-marah." (nam)

HP Terbalik

Seorang kiai mendapat hadiah HP baru yang berukuran agak besar, lebih besar dari HP sebelumnya. HP itu diperoleh dari salah seorang santri yang sudah sukses. Mereknya Nokia, tipe 9210.

Suatu saat, dalam satu pertemuan dengan tokoh politik lokal tiba-tiba HP di saku baju takwa berbunyi dan langsung diangkat sendiri oleh kiai.

"Assalamualaikum, halo halo halo," kata kiai. Tapi suara penelpon tak terdengar. "Ini ada orang nelpon kog ga bisa didengar suaranya," katanya agak kesal.

Kiai tidak tahu kalau HP tipe seperti itu lubang suaranya ada di belakang. "Halo halo..." Tidak ada suara.

"Kebalik Kiai," kata seorang mengingatkan.

Spontanitas kiai langsung membalik halo menjadi, "Loha loha." Dan suara penelpon tetap tak terdengar. (nam)

Jam Korupsi

Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu neraka. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di neraka juga berbeda kecepatan putarannya.

Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi. “Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup.”

Sang malaikat menjelaskan, “Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda di sini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya.”

“Coba lihat,” kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, “Jam Filipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh.”

“Itu lagi, itu lagi,” seru yang lainnya, “Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina.”

Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka mencari-cari, di mana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.

“Oh, jam Indonesia ….. Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin!”, jawab sang malaikat :) .

Catatan : Maaf ini cuma humor lho, kalo suasana neraka sesungguhnya ya lihat di Al-qur’an :)

Hukuman Kencan dengan Malaikat

Dalam sebuah pidato tentang demokrasi dan kebebasan berkeyakinan, seorang ustadz dengan berapi-api menyatakan, "Negara kita ini sekarang sudah keterlaluan. Segala sesuatu mesti sesuai dengan undang-undang bikinan DPR. Jika tidak sesuai maka harus rela meringkuk di balik terali besi."

Para hadirin tampak mendengarkan dengan khidmad. melihat hal ini, maka sang ustadz pun bertambah menjadi-jadi saja gayanya. Dengan berapi-api ia terus melanjutkan.

"Hanya untuk menceritakan mimpi saja, seseorang harus diuji dengan undang-undang. Lihatlah Lia Eden, ia harus meringkuk di tahanan hanya karena sebuah mimpi."

"Karena mimpi berkencan dengan malaikat Jibril, ia meringkuk dua tahun di tahanan. Bayangkan kalau ia mimpi berpacaran dengan tiga malaikat sekaligus, Jibril Mikail dan Isrofil, bisa enam tahun dia dipenjara."

Meminta sama Jin

Humor lucu berikut adalah terjemahan dari Njaluk karo jin yang aslinya dalam bahasa jawa timuran.

Karena kecapekan habis memulung nggak dapat hasil, Kasan ingin beristirahat di bawah pohon beringin, matanya mengantuk, kakinya terasa pegel semua, perutnya lapar.

Ketika baru saja mau tertidur, tiba-tiba kakinya menginjak sebuah botol. Ketika botolnya diambil tiba-tiba keluar asapnya, seketika itu juga Kasan melompat karena kaget.

“Hua ha ha ha, aku adalah jin botol, tiga keinginanmu bakal aku kabulkan,” Jinnya tiba-tiba berkata sambil tertawa.

”Halah, aku nggak percaya, paling-paling kamu mau menipu aku ya. Dulu aku ini cuakep dan tajir, lha sekarang aku jadi hitam melarat kayak begini gara-gara dibohongi oleh jin kayak kamu” kata Kasan.

”Wah, dulu itu paling kamu ketemu Jin Omdo alias omong doank, tukang penipu. Lha kalau aku ini khan jin baik hati, jadi nggak perlu khawatir. Apalagi kamu sudah telanjur jelek, hitam dan miskin kayak gitu, sudah pasti tidak bakalan jadi lebih melarat lagi, sudahlah aku jamin gak akan rugi.” Bujuk si Jin

Kalau nggak percaya, silahkan dicoba dulu, kamu mau minta apa?” tantang Jin

”Ya udah, tapi awas loh ya kalau kamu membohongi aku. Aku hajar nanti!!!! Okay, yang pertama aku ingin punya uang banyak sekarung,” Pinta Kasan.

”Pejamkan matamu sebentar….” kata Jin. Tinngg…… ketika Kasan membuka matanya, tiba-tiba di depannya sudah ada sekarung uang, seratus ribuan semua.

”Masih nggak percaya??? Ayo sekarang kamu mau minta apa lagi …?” tantang Jin lagi.

”Hmmm apa ya…? sekarang …. aku ingin rumah yang buesar lengkap dengan perabotan dan mobil yang mewah, pokoknya lengkap.” Pinta Kasan.

”Pejamkan matamu sebentar….” kata Jin. Tinngg…… ketika Kasan membuka matanya, tiba-tiba ia sudah berada di dalam rumah yang sangat mewah. Kasan gembira nggak ketulungan.

”Lha sekarang tinggal satu permintaanmu yang bisa kukabulkan, pikirkan dengan baik biar nggak menyesal” kata Jin.

Dengan mata terpejam membayangkan, Kasan berkata, ”Aku kepingin kulitku jadi putih, telanjang dikerubuti cewek-cewek yang banyak” pinta Kasan. .

Ketika mau membuka matanya, samar-samar Kasan mendengar suara cewek-cewek ramai dan terasa badannya dipegang-pegang. Tapi kok bau ikan tongkol ya, pikir Kasan mulai curiga.

Pada saat matanya sudah terbuka, Kasan kuaget nggak ketulungan karena ternyata dirinya sudah berada di tengah pasar, ternyata Kasan berubah jadi TAHU ….. ?

Njaluk Karo Jin

Mari kekeselen ngerombeng gak oleh-oleh, Kayat katene ngaso ngisore wit asem, mripate nguantuk, sikile kemeng, wetenge lue. Sik tas katene keturon, dhadhak sikile ngincak botol. Bareng botole dijupuk dhadhak metu beluke, Kayat mencolot kuaget.

“Hua ha ha ha, jenengku jin botol, telu panjalukmu bakal tak turuti,” jare jine.

“Gak percoyo aku, paling kon kate mbujuki aku. Biyen aku iki guanteng lan sugih, lha saiki aku malih ireng mlarat koyok ngene iki mergo dibujuki ambek jin” jare Kayat.

“Lho biyen iku be’e awakmu pethuk ambek jin kaspo, lha aku iki lak jin apikan tah, dhadhi wis gak usah khawatir. Opo maneh awakmu wis kadung koyok ngono, gak bakal isok luwih soro maneh, wis tah gak rugi pokoke.

Lek gak percoyo, cobaken dhisik ae njaluk opo” jare jine maneh.

“Yo wis, awas lek awakmu mbujuki. Tak gibheng kon !!!. Sing pertama, aku kepingin ndhuwe dhuwik sak karung,” jare Kayat

“Meremo dhiluk..” jare jine. Ting… Pas melek moro -moro ndhik ngarepe Kayat wis onok dhuwik sak karung, seket ewuan kabeh.

“Sik gak percoyo tah awakmu, saiki njaluk opo maneh .. ?” jare jine.

“Saiki …. aku njaluk omah mewah sak montore, pokoke lengkap sembarange.” jarene Kayat.

“Meremo dhiluk..” jare jine. Ting… Pas melek moro -moro Kayat wis nang njero omah mewah. Kayat sueneng gak karuan.

“Lha saiki kari sithok panjalukmu sing isok tak turuti, pikiren sing temenan cik gak getun” jare jine.

Ambek merem-merem mbayangno, Kayat njaluk,”Aku kepingin kulitku malih putih wudho dirubung wong wedhok akeh”.

Pas katene melek, samar-samar Kayat krungu suorone wong wedhok rame ambek keroso awake dicekel-cekel. Tapi kok mambu iwak pindang, pikire Kayat mulai curiga.

Bareng melek, Kayat kuaget lha kok wis nang tengah pasar, tibake Kayat wis dhadhi TAHU…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar